Kamis, 28 November 2013


PERJUANGAN TAKAN LEPAS DARI PENGORBANAN
طلا ب العلم فريضة علي كل مسلم ولمسلمات من المهدالي الهدي
Begitulah kira- kira bunyi hadits yang menyatakan bahwa menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim dari mulai lahir sampai liang lahat.
Memilih untuk kembali menjadi pelajar bukanlah pilihan yang mudah bagiku, karna memang aku sudah berkeluarga, jadi sangat banyak yang harus di korbankan. Tapi beruntung aku punya keluarga yang sangat mengerti dengan posisiku.
Duduk di bangku kuliah memang impianku sejak aku keluar dari SLTA, tapi apa boleh buat keadaan belum mendukungku, himgga kali ini aku baru bisa merasakan- nya. Banyak sekali kesan- kesan yang aku rasakan dari sejak masuk sampai sekarang ini.
Kesan pertama dimulai sejak masa TAMADA ( Ta’aruf Mahasiswa Darussalam ). Waktu itu aku terpilih menjadi pemimpin untuk pasukan putri dengan panggilan Jendril. Hingga sampai saat ini masih di ingat, olehku maupun teman- temanku.
Semester satu dan dua kuliahku berjalan lancar, di kawali. Karna memang aku mengambil kelas jauh. Banyak Kenangan disana, saat sama- sama jajan cilok, kemudian beramai- ramai beli nasi timbel apep sampai dimarahi merebot masjid karna kami gaduh di dalam masjid, kemudian di marahi karena waktu shalat asar kami masih belajar. Sebenarnya masih banyak lagi kenangan- kenangan . yang lucu, menyedihkan, dan menegangkan.
Hingga akhirnya semester tiga ini kami harus pindah kuliah ke kampus pusat ciamis. Alasannya karena peraturan pemerintah yang memang tidak bisa kami tolak. Mau tidak mau kami harus kuliah jauh ke Ciamis, dan mulailah ketidak pastian belajar. Jadwal kuliah kami jadi dua minggu sekali, menyebabkan pembelajaran kurang efektif dan tugas- tugas menumpuk membuat kami semua kadang bingung di buatnya. Tapi harapan dan semangat kami tidak pernah putus, meskipun keadaannya seperti ini. Semoga saja kami, khususnya aku tetap bisa menjalaninya.
Mungkin itu sepenggal kesan- kesan di masa kuliah ini. Semoga menghibur ..............Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar