PERJUANGAN TAKAN LEPAS DARI
PENGORBANAN
طلا ب العلم فريضة علي كل مسلم ولمسلمات من المهدالي الهدي
Begitulah kira- kira bunyi hadits yang menyatakan bahwa
menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim dari mulai lahir sampai liang lahat.
Memilih untuk kembali menjadi pelajar bukanlah pilihan
yang mudah bagiku, karna memang aku sudah berkeluarga, jadi sangat banyak yang
harus di korbankan. Tapi beruntung aku punya keluarga yang sangat mengerti
dengan posisiku.
Duduk di bangku kuliah memang impianku sejak aku keluar
dari SLTA, tapi apa boleh buat keadaan belum mendukungku, himgga kali ini aku
baru bisa merasakan- nya. Banyak sekali kesan- kesan yang aku rasakan dari
sejak masuk sampai sekarang ini.
Kesan pertama dimulai sejak masa TAMADA ( Ta’aruf
Mahasiswa Darussalam ). Waktu itu aku terpilih menjadi pemimpin untuk pasukan
putri dengan panggilan Jendril. Hingga sampai saat ini masih di ingat, olehku
maupun teman- temanku.
Semester satu dan dua kuliahku berjalan lancar, di
kawali. Karna memang aku mengambil kelas jauh. Banyak Kenangan disana, saat
sama- sama jajan cilok, kemudian beramai- ramai beli nasi timbel apep sampai
dimarahi merebot masjid karna kami gaduh di dalam masjid, kemudian di marahi
karena waktu shalat asar kami masih belajar. Sebenarnya masih banyak lagi
kenangan- kenangan . yang lucu, menyedihkan, dan menegangkan.
Hingga akhirnya semester tiga ini kami
harus pindah kuliah ke kampus pusat ciamis. Alasannya karena peraturan
pemerintah yang memang tidak bisa kami tolak. Mau tidak mau kami harus kuliah
jauh ke Ciamis, dan mulailah ketidak pastian belajar. Jadwal kuliah kami jadi
dua minggu sekali, menyebabkan pembelajaran kurang efektif dan tugas- tugas
menumpuk membuat kami semua kadang bingung di buatnya. Tapi harapan dan semangat
kami tidak pernah putus, meskipun keadaannya seperti ini. Semoga saja kami,
khususnya aku tetap bisa menjalaninya.
Mungkin itu sepenggal kesan- kesan di masa kuliah ini.
Semoga menghibur ..............Wassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar